bendung liberal kembali ke asal lampau tapi dinamis juga

27 05 2011

Strategi Islam Membendung Liberalisme
Oleh: H Gt Makmur Lc MFil I
Banjarmasinpost.co.id – Jumat, 20 Mei 2011 | 12:53 Wita | Dibaca 23 kali | Komentar (0)

Prinsip liberalisme yang paling mendasar adalah pernyataan bahwa tunduk kepada otoritas apapun namanya adalah bertentangan dengan hak asasi, kebebasan dan harga diri manusia.

Aalam urusan agama, liberalisme berarti kebebasan menganut, meyakini, dan mengamalkan apa saja, sesuai kecenderungan, kehendak dan selera masing-masing.

Bahkan lebih jauh dari itu, liberalisme mereduksi agama menjadi urusan privat. Artinya konsep amar ma‘ruf dan dan nahi munkar bukan saja dinilai tidak relevan, bahkan dianggap bertentangan dengan semangat liberalisme.

Asal tidak merugikan pihak lain, orang yang berzina tidak boleh dihukum apalagi jika dilakukan atas dasar suka sama suka, karena menggusur peran agama dan otoritas wahyu dari wilayah politik, ekonomi maupun sosial, maka tidak salah jika liberalisme dipadankan dengan sekularisme.

Pada awalnya liberalisme berkembang di kalangan Protestan, namun menyebar di kalangan Katolik juga. Mereka menuntut reformasi terhadap doktrin dan disiplin yang dibuat pihak Gereja Katolik di Roma, agar disesuaikan dengan semangat zaman yang terus berubah, agar sejalan dengan prinsip-prinsip liberal dan tidak bertentangan dengan sains.

Adapun di dunia Islam virus liberalisme juga masuk dalam kalangan cendikiawan yang dianggap pembaharu seperti Fazlur Rahman, Nasr Abu Zayd dan pengikut-pengikutnya.

Wabah liberal yang dibawa peradapan Barat modern memang telah menjadi fenomena global. Dampaknya bisa dilihat sekarang umat manusia digiring untuk mengambil kenikmatan dunia dengan tujuan melupakan Tuhan.

Keraguan dan kerelatifan dijadikan sebagai dasar nilai. Manusia digiring untuk tidak lagi meyakini kebenaran agama.

Dr Muhamad Iqbal seorang penyair terkenal mengingatkan umat Islam bahwa pendidikan Barat Modern membawa dampak hilangnya keyakinan kaum muda Muslim terhadap agamanya.

Menurut Iqbal keyakinan itu adalah aset dan kehilangan keyakinan itu lebih buruk dari perbudakan.

Sedangkan relativisme adalah doktrin di mana ilmu, kebenaran, dan moralitas yang berlaku selalu terkait dengan budaya, sosial, dan konteks sejarah dan tidak bersifat absolut.

Jadi jika dikatakan bahwa kebenaran itu relatif, maka artinya kebenaran itu hanya berlaku temporal, personal, parsial atau terkait dengan budaya tertentu dan tidak ada kebenaran abadi.

Sebagai contoh perbuatan zina, hal itu menurut penganut relativisme moral tergantung konteks budaya atau situasi tertentu. Zina jika dilakukan suka sama suka dan sama-sama dewasa, maka itu bukan tindak kejahatan. Tetapi jika dilakukan dengan anak-anak baru dikatakan kejahatan.

Akhir dari pemahaman relativisme adalah sikap apatis terhadap kebenaran, sikap masa bodoh, tidak peduli lagi apakah beriman atau tidak beriman, tidak bisa membedakan ketauhidan dan kemusyirikan.

Tidak peduli mana yang hak dan mana yang batil, dan tidak peduli mana halal dan mana haram, mana baik dan mana buruk.

Manusia seperti ini tidak bisa diajak untuk amar ma‘ruf dan nahi munkar. Karena dia akan mengatakan bahwa “hanya Allah yang tahu kebenaran”.

Jadi itulah bahaya virus relativisme kebenaran, manusia bisa memahami kebenaran secara mutlak dengan kemampuan akal manusia untuk menerima kebenaran mutlak karena dari akal yang menerima kebenaran itulah lahir sebuah keyakinan.

Iman mensyaratkan keyakinan dan tidak ada keraguan.

Kaum Muslimin perlu waspada dengan upaya penyesatan berbagai cara, karena setan dari jenis manusia dan jin akan selalu berusaha menyesatkan manusia untuk tujuan menipu. (QS. Al-An‘am, 112).

Upaya untuk membendung liberalisme memang harus dilakukan seluruh komponen umat Islam. Sebab liberalisme mendapatkan dukungan sangat besar dari sistem dan kekuatan global, dan mendapatkan kucuran dana tidak sedikit.

Strategi membendung liberalisasi, pluralisasi dan sekularisasi di dunia Islam adalah dengan memperkuat pemahaman terhadap ajaran Islam yang benar dan tinggi. Itulah Islam yang dipahami dan dipraktikkan Nabi Muhammad SAW dan generasi-generasi terbaik umat Islam.

Umat Islam harus disadarkan, bahwa ketinggian dan kemuliaan mereka hanya bisa diwujudkan kembali jika mereka telah menjadikan Islam sebagai satu-satunya sudut pandang dan sistem hidup mereka.

Selain itu, umat juga harus disadarkan bahwa kehancuran dan kemerosotan peradaban dunia disebabkan karena diterapkannya paham kapitalis-sekular.

Umat Islam juga harus disadarkan, bahwa revitalisasi umat Islam tidak akan terwujud jika umat Islam mengikuti saran-saran para agen kaum kapitalis-sekular.

Sabda Rasulullah saw, Tinggalkanlah hal yang meragukan menuju kepada yang tidak meragukan. (HR.Tirmizi dan Nasa‘i).

Dalam masalah keyakinan, hal yang yakin, pasti (‘ilm) menjadi syarat keimanan tidak boleh ada keraguan di dalamnya.

Sebagai solusi alternatif atas bencana implikasi peradaban materialis-sekuler yang anti-Tuhan diperlukan dewesternilisasi dan Islamisasi Ilmi-ilmu kontemporer.

Dewesternilisasi ialah membersihkan berbagai macam peradaban masa kini dari unsur dunia Barat yang bertentangan dengan Islam yang tauhid dan melahirkan implikasi sangat serius dan destruktif atas kemanusiaan.

Islamisasi ialah meletakkan paradigma ilmu tersebut pada frame Islam dan sesuai dengan ajaran nilai teosentris. Dengan demikian, Islamisasi ini bersifat dinamis tidak statis, aktif dan tidak pasif tetapi pada saat yang sama berpijak pada fondasi kokoh.

Tidak mudah diombang-ambingkan berbagai varian tantangan dunia dan kemanusiaan kontemporer. Islamisasi berjalan secara adil dan seimbang antara dua aspek tsawabit (hal-hal baku yang bersifat tetap dan permanen) dan mutaghayirat (hal-hal nonbaku yang mungkin berpotensi untuk berubah-ubah).
red: Eka DSumber: banjarmasinpost
Share
Cetak
Kirim Artikel
Redaksi Bpost Group: 0511 3354370
Email : redaksi@banjarmasinpost.co.id atau banjarmasin_post@yahoo.com
Iklan : 08115003012
Sirkulasi & Promosi : 08115002002

Dapatkan kabar Banua terbaru melalui ponsel, blackberry anda di: http://m.banjarmasinpost.co.id


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: