Bagus:idealisme/ideal ayat wahyu dan bagaimana realisme norma yg berlaku kesepakatan sosial melahirkan banyak tafsir banyak pilihan yg sehingga cenderung pragmatis/pakai yg cocok yg lebih praktis dan cenderung tergantung dari sudut pandang kacamata mana persepsi dia seseorang melihatnya sesuai standar kriteria ukuran masing2 yg dipakai, standar kriteria berbeda menghasilkan kesimpulan berbeda, apakah semua benar atau ada yg paling benar mu’tabar umum atau semua benar?entah Wallahu A’lam hanya ada dikenal istilah syariat yg mana?

28 05 2009

* Home
* Metro
o Banjarmasin
o Hukum dan Kriminal
* Nasional
o Politik dan Hukum
o Hankam
o Nusantara
* Luar Negeri
* Daerah
o Kalimantan Selatan
o Kalimantan Tengah
* Olahraga
o Olahraga Lainnya
o Raket
o Otomotif
o Basket
o Bintang Olahraga
o Lokal Sport
o Sepakbola
* Ekbis
o Probis
o Ekonomi dan Bisnis
* Kesehatan
o Kesehatan Pria
o Seksologi
o Ibu dan Anak
o Psikologi
o Health Info
* Life Style
o Travelling
o Selular
o Rumah
o Shopping
o Beauty
o Fashion
o Digital
o Kuliner
* Entertainment
o Selebriti
o Seleb Life Style
o Film & Musik
o Seni & Budaya
* Kolom
o Si Palui
o Editorial
o Mereka Bicara
o Opini Publik
o Suara Rekan
* Konsultasi
o Perbankan
o Properti
* Pemilu 2009
* ePaper
o Banjarmasin Post
o Metro Banjar
o Serambi Ummah
o

*
* Surat Pembaca
* Forum
* Archive

/ Home / Kolom / editorial /
Jilbab dan Pragmatis
Story Tools
Email this story E-mail this story Contact the editor
Print this story Comment on this story
Social Bookmarking
Digg this story! Digg Add this story to Facebook Facebook Submit this story to Stumbleupon Stumbleupon
Submit this story to Reddit Reddit Submit this story to Del.icio.us Del.icio.us Submit this story to Newsvine Newsvine
Kamis, 28 Mei 2009 | 01:20 WITA

“AKU belum siap menutup aurat”! Begitulah pengakuan seorang Rahma Azhari, artis penghibur kepada wartawan baru-baru ini. Soal itu, dia memang tidak sendirian. Umumnya, pekerja hiburan di negeri ini punya argumen yang rasional ketika bicara soal penutup tubuh yang pantas sesuai norma yang berlaku di masyarakat.

Kehidupan modern selalu menghadirkan pesona dalam pengertian yang khas. Ketika seorang berada dalam situasi di mana banyak pilihan yang harus diambil, tentunya urgensi pilihan mana yang lebih dulu memberi nilai lebih. Realitas bahwa sikap pragmatis adalah sebuah pilihan paling ideal, setidaknya untuk saat ini.

Benar seperti dikatakan John Dewey, seorang filosof Amerika bahwa pragmatisme lebih mengutamakan aspek praktis daripada teoritis. Fakta kekinian, kehidupan modern dengan submodernisasi seperti hedonisme, eufemisme, mengajarkan orang dalam setiap aktivitasnya bersikap praktis dan instan. Apa yang terbaik saat ini menjadi jauh lebih punya arti ketika harus bergulat dengan problematik persoalan di masa depan.

Pragmatis pun menjadi sangat inheren dalam dunia politik di negeri kita. Tengok saja, bagaimana ketika soal busana menjadi begitu penting di mata Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai pendukung duet calon presiden dan calon wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono itu memandang busana menjadi begitu prinsip dalam upaya membentuk pencitraan agar memiliki daya tarik kuat di mata konstituen.

Busana seperti apa yang diinginkan PKS? Sudah jelas, bagi partai berbasis religi itu adalah busana yang islami. Dua hari terakhir, soal busana istri Yudhoyono dan Boediono ‘disentil’ PKS karena belum sampai pada harapan yang diinginkan partai tersebut.

Partai itu meyakini jika Ny Ani Yudhoyono dan Ny Herawati Boediono mengenakan busana muslim bakal menjadi daya tarik kuat di mata konstituen PKS maupun simpastisannya. Bahkan, salah seorang elite di partai itu menjamin 90 persen akan memilih duet Yudhoyono-Boediono jika istri mereka melakukan apa yang dilakukan Ny Muhfida Kalla dan Ny Rugaiya Wiranto.

Cukup rasional alasan PKS. Harus diakui kontes pemilihan presiden (pilpres) di negeri ini adalah ‘menjual’ figur, bukan menjual visi atau misi serta tetek bengek lainnya. Dengan kata lain, PKS meyakini simbol agama yang hadir melalui figur bisa ditawarkan kepada pemilih di negeri ini yang memang mayoritas beragama Islam.

Apakah soal busana itu menjadi sebuah jaminan, tentunya semuanya akan kembali kepada pemilih. Yang pasti, kita melihat apa yang digulirkan PKS adalah memanfaatkan momen pilpres melalui langkah politik pragmatis. Bagaimana pun persoalan jilbab atau penutup aurat sebagaimana tuntunan Islam, masih menjadi sebuah keniscayaan di negeri ini. Hal itu terkait dengan cara pandang manusia yang satu dengan yang lain tidaklah sama.

PKS boleh saja menggulirkan soal busana pantas menurut kacamata mereka. Namun, sekali lagi, soal pantas tidaknya busana tinggal bagaimana setiap individu memandangnya. Jadi, sangat bisa dipahami ketika artis panas Rahma Azhari beralasan belum mampu untuk menutup aurat sebagaimana mestinya.

Menjadi sangat paradok ketika kita soal busana itu sandingkan dengan bahasa sebuah iklan di televisi; “Soal lidah bisa bohong, tapi soal (cita) rasa nggak bisa bohong.” Artinya, kita memang sudah terbiasa dengan eufimisme yang sesungguhnya mengaburkan kesejatian.
Buzz up!
ARTIKEL LAINNYA

*
Rabu, 27 Mei 2009 | 23:18 WITA
Jilbab dan Pragmatis
Rabu, 27 Mei 2009 | 00:31 WITA
Kita Dukung Rudy
Senin, 25 Mei 2009 | 23:17 WITA
Bunuh Diri dan Angin Surga
Minggu, 24 Mei 2009 | 17:29 WITA
Riana dan Anak Muda Kita
Jumat, 22 Mei 2009 | 23:49 WITA
Neolib atau Neolips

1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

Busana secara umum bolehlah disangkutpautkan dg eufemisme. Tetapi busana yg menutup aurat tdk bisa disangkutpautkan dg eufemisme, bagi muslim yg taat ia merupakan kewajiban. Sungguh busana yg menutup aurat bukan bukan hanya sekadar pelembut, bukan hanya sekadar pemanis penampilan.
Posted by: Jumbran Alalak | Kamis, 28 Mei 2009 | 07:44 WITA
posting komentar anda:
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Name (required)
Email (required)
Alamat
Isi Komentar
Security Code (required)

advertisement

* Berita Terkini
* Terpopuler

* 23.07Buku Jilbab Politik Beredar di Mangun ..
* 22.58Pesan Tiket MU Via SMS
* 22.45Neoliberal Menurut Sri Mulyani
* 22.30Gila, Tiket Nonton MU Sebesar Rp 3,5 Juta!
* 22.15Prabowo Tiru Bung Karno, Mega Ogah Berjilbab
* 21.57Bandar Judi Bola Banjarmasin Diciduk
* 21.48Jangan Kampanye di Masjid
* 21.41Pencairan Gaji ke-13 Tunggu Pusat
* 21.29RRI Juara Dayung Liga Media
* 21.1110 Warga HSU Masuk Sel Karena Berjudi
* 20.58Curi Bara, 6 Pemuda Tabunganen Diciduk ..
* 20.50Kegiatan Konfercab PWI Kalteng di Gedung ..

* Situs Porno Jual Luna Maya Paling Mahal
* Beredar Video Vulgar Mirip Nafa Urbach dan Zack ..
* Ular Raksasa Sepanjang 33 Meter di Kalimantan
* Wow! Foto Syur Jupe di Pantai
* Foto Bugil, Chyntiara Alona Diusir Keluarga
* Gempar Video Aparat Paksa Bugil Mahasiswi
* Hasil Seleksi CPNS? Klik Saja…
* Pegang Payudara Kiki Fatmala, Ipul Dilaporkan
* Video Mesum Sungguminasa Bergoyang Guncang Gowa
* Hiii, Ada Hantu Perempuan di Konser D Masive
* Foto Ular Raksasa di Kalimantan Diragukan
* Gila! Mantan Presiden Israel Memperkosa Beberapa ..

advertisement
Kanal: Metro Nasional Luar Negeri Daerah Olahraga Ekonomi & Bisnis Life Style Entertainment BPost Group Kolom Pemilu 2009
Situs: KOMPAS.com Bola Entertainment Tekno Otomotif Forum Community Images Mobile Cetak KompasTV SelebTV VideokuTV PasangIklan
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
|About US|Info Iklan|Promosi|Berlangganan|KarirPrivacy policy|Terms of use|
Copyright © 2008 – 2009 Banjarmasin Post Online. | All rights reserved.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: